DOKUMEN GIAT KORPS SIBHARA

DOKUMEN GIAT KORPS SIBHARA
Kegiatan - Kegiatan

Jumat, 21 Maret 2025

KESIAPSIAGAAN TERHADAP GEMPA DAN TSUNAMI SELAMA LIBURAN LEBARAN 1446H/2025

 

KESIAPSIAGAAN TERHADAP GEMPA DAN TSUNAMI DI JALUR TRANSPORTASI DARAT SELAMA LIBUR LEBARAN


Jakarta, 21 Maret 2025 - Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi kini sudah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat kita.


Permasalahan yang dihadapi para pemudik pengguna moda transportasi darat meliputi kondisi spesifik wilayah, seperti geografi, geologi, serta risiko bencana gempa dan tsunami.


Wilayah Indonesia merupakan kawasan rawan gempa. Menurut Pusgen (2024), terdapat 14 segmen sumber gempa subduksi/megathrust dan 402 segmen sumber gempa sesar aktif.


Gempa dan tsunami merupakan proses alam yang hingga saat ini kejadiannya belum dapat diprediksi sehingga dapat terjadi kapan saja.


Sejarah gempa BMKG mencatat bahwa setidaknya ada 16 kejadian gempa dan tsunami merusak yang pernah terjadi selama periode perayaan Hari Raya dan liburan, yaitu:

1. Tsunami Ambon 1674 (Imlek)

2. Gempa Semarang-Jepara 1821 (Natal)

3. Tsunami Banda Naira 1852 (Natal)

4. Tsunami Larantuka 1982 (Natal)

5. Tsunami Biak 1996 (Idulfitri)

6. Tsunami Aceh 2004 (Natal)

7. Gempa Bora Sulteng 2005 (Iduladha)

8. Gempa Pariaman 2009 (Idulfitri)

9. Gempa Palu Sulteng 2012 (Idulfitri)

10. Tsunami Selat Sunda 2018 (Natal)

11. Gempa Nias 2021 (Idulfitri)

12. Gempa Kep. Mentawai 2023 (Idulfitri)

13. Gempa Ransiki 2024 (Idulfitri)


Arus mudik lebaran tahun ini diprediksi akan meningkat. Moda transportasi darat mendominasi perjalanan pemudik menuju daerah rawan gempa, seperti Pulau Jawa yang memiliki 25 segmen sesar, zona Bali dan Nusa Tenggara yang memiliki 49 segmen sesar, serta zona Sumatra yang memiliki 56 segmen sesar.


Sebagai upaya pengurangan risiko bencana gempa dan tsunami, pemudik perlu memperoleh pembekalan pengetahuan mitigasi. Setidaknya ada sembilan hal penting yang perlu dipahami oleh pemudik sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap potensi gempa dan tsunami di jalur transportasi darat selama libur Lebaran, yaitu:


1. Gempa kuat dapat memicu rekahan permukaan (surface rupture) jalan raya akibat pergeseran tiba-tiba jalur sesar aktif. Pemudik perlu mengenali sebaran sesar aktif di sepanjang jalur mudik.

2. Jalan raya juga dapat terbelah (ground failure) akibat tanah lunak yang berguncang kuat saat gempa. Pemudik perlu berhati-hati jika terus melanjutkan perjalanan atau mencari jalur mudik alternatif.

3. Gempa kuat dapat memicu terjadinya likuefaksi di jalan raya. Pemudik perlu mengenali zona rawan likuefaksi di sepanjang jalur mudik.

4. Guncangan gempa di jalan raya saat rombongan kendaraan berjalan beriringan berpotensi menyebabkan tabrakan atau benturan antarkendaraan. Pemudik harus selalu mempertahankan jarak aman antar kendaraan.

5. Guncangan gempa saat kendaraan melaju kencang dapat menyebabkan roda selip tanpa kendali, kendaraan terlempar, dan terbalik. Jika merasakan guncangan tak lazim, pemudik harus segera memperlambat kendaraan, menepi, dan berhenti di jalur aman.

6. Gempa kuat dapat merobohkan bangunan di tepi jalan, seperti pagar tembok, gapura, monumen, baliho, dan jalur kabel listrik yang dapat menimpa kendaraan. Pemudik perlu memastikan lokasi pemberhentian kendaraan aman.

7. Gempa kuat bahkan dapat merusak atau meruntuhkan struktur jalan layang (flyover) yang sedang dilalui banyak kendaraan. Pemudik harus memastikan kendaraan berhenti di tempat yang aman dan tidak terjatuh dari ketinggian.

8. Gempa yang mengguncang kawasan perbukitan dapat memicu longsoran tebing dan runtuhan batu. Pemudik sebaiknya tidak melintasi kawasan perbukitan pascagempa kuat atau saat hujan deras.

9. Gempa dangkal yang berpusat di laut dapat memicu tsunami yang berpotensi melanda jalur mudik yang sejajar dengan pantai rawan tsunami. Pemudik wajib memiliki aplikasi informasi gempa dan peringatan dini tsunami BMKG serta menghindari jalur pantai saat peringatan dini tsunami dikeluarkan BMKG.


Demikian beberapa hal yang perlu dipahami para pemudik sebagai upaya kesiapsiagaan terhadap potensi gempa dan tsunami di jalur transportasi darat. Semoga mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan.


======================

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG

( Dr. DARYONO, S.Si., M.Si. )

Kamis, 20 Maret 2025

APEL PASUKAN OPERASI KETUPAT LODAYA 2025







BUPATI SUKABUMI HADIRI APEL PASUKAN OPERASI KETUPAT LODAYA, PASTIKAN KELANCARAN ARUS MUDIK IDUL FITRI 1446 H/2025.


Polres Sukabumi menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2025 di Alun-Alun Palabuhanratu, pada Kamis, 20 Maret 2025. Apel ini menjadi langkah awal dalam memastikan kelancaran arus mudik serta keamanan perayaan Idul Fitri 1446 H.

Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, hadir dalam apel tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta tamu undangan lainnya.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian dalam amanatnya menyampaikan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya kesiapan personel serta sarana dan prasarana guna mendukung kelancaran arus mudik.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), diperkirakan sekitar 146,48 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 28-30 Maret, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 5-7 April 2025.

Operasi Ketupat 2025 akan berlangsung pada 23 Maret-8 April di delapan Polda prioritas, serta pada 26 Maret-8 April di 28 Polda lainnya. Sebanyak 164.298 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan di 2.835 pos pengamanan yang tersebar di seluruh Indonesia. Pos-pos tersebut akan difokuskan di titik-titik strategis, seperti masjid, terminal, bandara, pelabuhan, serta pusat perbelanjaan yang diperkirakan akan dipadati masyarakat.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Polri juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk sistem ganjil-genap, contra flow, serta one-way berdasarkan pemantauan arus kendaraan secara real-time. Kebijakan delaying system dan screening tiket di jalur penyeberangan juga akan diberlakukan guna mengurangi potensi kemacetan di titik-titik krusial.

Selain pengamanan lalu lintas, Polri juga akan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna menjaga stabilitas harga bahan pokok dan BBM selama periode Lebaran. Penindakan terhadap praktik penimbunan serta spekulasi harga akan dilakukan secara tegas untuk mencegah lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

Di sisi lain, pelayanan humanis juga menjadi prioritas dalam Operasi Ketupat 2025. Berbagai inisiatif dilakukan, seperti edukasi bagi pengemudi, pemeriksaan kesehatan bagi pemudik, serta peningkatan kesiagaan di titik rawan kecelakaan guna memastikan perjalanan yang aman dan nyaman.










KBPPOLRI Resor Sukabumi mengikutsertakan personilnya, dalam Apel Siaga Ketupat Lodaya Idul Fitri 1446 H/2025. "Kami KBPPOLRI Resor Sukabumi merupakan Garda Terdepan dan merupakan bagian dan Mitra POLRI, berpartisipasi dalam Program POLRI, dalam hal ini kami berkewajiban melaksanakan Program tersebut seperti halnya apel siaga Operasi Ketupat Lodaya Idul Fitri 1446H/2025. Pengamanan dan Ketertiban Umum merupakan kewajiban bersama, menjelang Hari Raya Idul Fitri ini kami tetap solid dan bergerak sesuai dengan Perintah dan Program Tahunan" (Sahut Ketua KBPPOLRI disela sesi foto bersama Bupati). 

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan darurat hotline 110 jika mengalami kendala selama perjalanan. Dengan mengusung tagline "Mudik Aman, Keluarga Nyaman," Operasi Ketupat 2025 diharapkan dapat memberikan pengalaman mudik yang selamat, tertib, dan lancar bagi seluruh masyarakat.


_sumber : pemkabsukabumi. 

_KBPPOLRI Resor Sukabumi_rst

SILATURAHMI DAN KONSOLIDASI ORGANISASI KBPP POLRI SEKTOR CIRACAP

Silaturrahmi, Kaderisasi Organisasi  KBPP POLRI Sektor Ciracap Ciracap , 5 Mei 2025. Bertempat di kediaman Bapak Unang Junaedi, S.Pd Ketua P...